Insight & News
6 views

Padel vs Squash: 4 Perbedaan Lapangan dan Cara Bermainnya

M

Melissa Veronica

NoraPadel Team โ€ข
Padel vs Squash: 4 Perbedaan Lapangan dan Cara Bermainnya

Image Credit: NoraPadel

Perbedaan padel dan squash terletak pada bentuk lapangan, keberadaan net, jumlah pemain, dan jenis peralatan yang digunakan. Lapangan padel berukuran 20 x 10 meter dengan net di tengah, sedangkan lapangan squash berukuran 9,75 x 6,4 meter dan tertutup penuh tanpa net sama sekali. Kedua olahraga ini sama-sama memanfaatkan pantulan dinding, tetapi dengan cara yang sangat berbeda.

Sama-sama memainkan pantulan dinding, padel dan squash sering dikira mirip, padahal karakternya cukup berbeda mulai dari bentuk lapangan hingga cara bermainnya. Berikut empat perbedaan utama yang perlu Anda pahami sebelum memilih salah satunya.

Mengapa Keduanya Sering Dianggap Mirip

Baik padel maupun squash memanfaatkan dinding sebagai bagian dari permainan, berbeda dengan tenis yang menganggap bola keluar begitu menyentuh pembatas. Kesamaan inilah yang membuat banyak orang mengira kedua olahraga ini memiliki aturan yang serupa, padahal detailnya jauh berbeda.

4 Perbedaan Utama Padel dan Squash

Berikut perbandingan lengkap dari segi lapangan, peralatan, hingga format permainan.

1. Bentuk dan Ukuran Lapangan

Menurut standar World Squash Federation (WSF), lapangan squash berukuran sekitar 9,75 x 6,4 meter dan tertutup penuh di empat sisi. Lapangan padel menurut Federación Internacional de Padel (FIP) berukuran 20 x 10 meter dengan dinding kaca di bagian belakang dan samping, ditambah net di tengah lapangan.

Perbedaan ukuran ini membuat karakter gerakan di kedua olahraga sangat berbeda. Lapangan squash yang tertutup penuh di empat sisi membuat bola bisa memantul dari segala arah, menuntut antisipasi tiga dimensi yang lebih kompleks. Lapangan padel yang lebih terbuka dengan dinding hanya di bagian belakang dan samping membuat pola pantulan lebih mudah diprediksi bagi pemula.

2. Ada atau Tidaknya Net

Padel dimainkan dengan net di tengah lapangan seperti tenis. Squash sama sekali tidak menggunakan net; bola dipukul langsung ke dinding depan tanpa pembatas di tengah lapangan.

Keberadaan net pada padel menciptakan dinamika permainan yang mirip tenis, di mana Anda perlu memperhitungkan lintasan bola melewati net sekaligus target area di sisi lawan. Pada squash, fokus utama justru pada dinding depan sebagai target wajib setiap pukulan, membuat pola pikir taktisnya jauh berbeda meski sama-sama memanfaatkan pantulan dinding.

3. Jumlah Pemain dalam Satu Pertandingan

Padel umumnya dimainkan secara berpasangan, yaitu dua melawan dua. Squash mayoritas dimainkan satu lawan satu, meski ada juga variasi permainan ganda yang dimainkan di beberapa kompetisi.

Format berpasangan pada padel membuat aspek komunikasi dan kerja sama tim menjadi elemen krusial yang tidak ditemukan pada squash tunggal. Sebaliknya, squash menuntut ketahanan fisik dan mental individu yang lebih tinggi, karena tidak ada partner untuk berbagi beban menutup area lapangan.

4. Jenis Peralatan yang Digunakan

Raket padel bersifat solid tanpa senar dan penuh lubang kecil, dengan bola menyerupai bola tenis bertekanan rendah. Raket squash menggunakan senar seperti raket bulu tangkis, dengan bola karet kecil yang memantul rendah.

Bola squash bahkan memiliki beberapa tingkat kecepatan pantulan yang ditandai dengan kode warna titik pada bolanya, mulai dari yang paling lambat untuk pemula hingga yang tercepat untuk pemain profesional. Padel tidak memiliki variasi serupa, karena tekanan bola padel relatif seragam untuk semua level pemain.

Perbedaan Intensitas Fisik yang Dibutuhkan

Squash dikenal luas sebagai salah satu olahraga raket paling menguras energi, mengingat pemain harus terus bergerak sendirian menutup seluruh area lapangan tanpa bantuan partner. Gerakan berhenti dan berakselerasi mendadak yang khas pada squash membuat olahraga ini sangat efektif membakar kalori dalam waktu singkat.

Padel, meski tetap menuntut kelincahan, umumnya terasa lebih ramah secara fisik karena beban menutup lapangan dibagi berdua dengan partner. Karakter ini membuat padel lebih mudah dinikmati dalam durasi lebih lama tanpa kelelahan berlebihan, sementara sesi squash yang intens biasanya lebih singkat namun jauh lebih menguras tenaga dan stamina secara keseluruhan.

Perbedaan Kurva Belajar Kedua Olahraga

Bagi pemula, padel umumnya dianggap lebih mudah dipelajari berkat lapangan yang lebih kecil dan bantuan dinding yang memberi kesempatan kedua saat bola sulit dijangkau. Squash, di sisi lain, membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai kontrol pantulan dinding depan yang konsisten, terutama karena sudut pantulan bisa sangat bervariasi tergantung kekuatan dan sudut pukulan.

Pemain yang sudah terbiasa dengan olahraga individu seperti tenis meja atau bulu tangkis tunggal mungkin akan merasa squash lebih familiar, sementara pemain yang menikmati aspek sosial dan kerja sama tim cenderung lebih cepat jatuh cinta dengan padel.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Anda?

Jika tujuan utama Anda adalah latihan kardio intensif dalam waktu singkat sekaligus melatih ketahanan mental individu, squash bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika Anda mencari olahraga yang menggabungkan aspek sosial, strategi berpasangan, dan intensitas fisik yang lebih terkendali, padel jelas lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda.

Banyak pemain sebenarnya menikmati keduanya secara bergantian, memanfaatkan squash untuk sesi latihan kardio singkat dan padel untuk sesi bermain santai bersama teman di akhir pekan.

Aksesibilitas Lapangan di Indonesia

Dari segi ketersediaan, lapangan squash sudah lebih lama hadir di Indonesia, terutama di kota-kota besar dengan fasilitas olahraga lengkap seperti pusat kebugaran atau klub eksklusif. Lapangan padel tergolong lebih baru namun berkembang sangat pesat dan cepat dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak venue baru bermunculan khususnya di kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Bagi Anda yang tinggal di kota kecil atau daerah pinggiran, ketersediaan lapangan squash biasanya masih lebih mudah ditemukan dibanding padel, meski tren pertumbuhan padel yang cepat kemungkinan akan mengubah situasi ini secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Kesimpulan

Jika Anda lebih menyukai permainan berpasangan sambil tetap seru-seruan memanfaatkan pantulan dinding, padel menjadi pilihan yang lebih pas dibanding squash yang cenderung individual dan lebih intens secara fisik. Cek Babolat Air Vertuo 2023 sebagai raket kontrol yang mementingkan kenyamanan dibanding power.

Padel Sports News

Customer Service

Online

Halo! ๐Ÿ‘‹ Selamat datang di Nora Padel!
Saya Nora, siap bantu kamu temukan perlengkapan padel yang paling cocok. Mau belanja atau cuma tanya-tanya dulu, silakan ya! ๐Ÿ“

๐Ÿ’ก Ketik "admin" kapan saja untuk terhubung dengan tim Customer Service kami.
0/500